Kamis, 15 Oktober 2009

Rumah Zakat Indonesia Berikan Pengobatan Gratis

Siang itu suasana di halaman Mesjid Muhajirin, di komplek perumahan Batara Indah 4 terlihat ramai. Beberapa relawan terlihat sibuk melakukan aktivitas di bawah naungan tenda berukuran berukuran besar. Keberadaan mereka disana adalah untuk meringankan beban para korban bencana angin puting beliung yang telah memporak porandakan tempat tinggal mereka, beberapa hari yang lalu.

Catatan—Pringgo


DARI sekian banyak lokasi yang tertimpa musibah angin puting beliung, sepertinya kawasan Pontianak Selatan menjadi daerah terparah. Akibat amukan angin berkecepatan 50 kilometer/jam tersebut, tidak kurang dari 150-an rumah mengalami kerusakan berat. Puluhan rumah atapnya hilang. Sementara puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian dinding.

Kini mimpi buruk itu telah berlalu dengan meningalkan kerugian yang tidak sedikit jumlahnya. Dengan kemampuan yang ada, warga mulai memperbaiki rumahnya masing-masing. Untuk meringankan beban para korban, Rumah Zakat Indonesia Cabang Pontianak bekerjsama dengan sebuah perusahaan penyedia jasa telekomunikasi menggelar kegiatan pengobatan gratis.

Dalam pelaksanaan aksi social ini, Rumah Zakat Indonesia Cabang Pontianak menerjunkan seorang dokter, dua apoteker serta dua perawat. Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 15-18 Oktober. “Di hari pertama ini, setidaknya telah 54 warga yang mendapat layanan pengobatan gratis dari kami. Rata-rata mereka menderita batuk, pilek, serta demam,” ujar Ketua Rumah Zakat Indonesia Cabang Pontianak, Iman Sulaeman.

Selain menggelar aksi pengobatan gratis, pihaknya juga memberi layanan makanan siap saji kepada para korban bencana angin puting beliung. Makanan siap saji itu berupa bubur buat anak-anak dan balita, serta mie instant buat orang dewasa. Dalam pelaksanaannya, Rumah Zakat Indonesia berkoordinasi dengan relawan dari Dinas Sosial.

Untuk lebih meringankan beban para korban bencana angi putting beliung, sejak 14 Oktober lalu Rumah Zakat Indonesia Cabang Pontianak telah membuka posko bantuan. Untuk sementara waktu, bantuan datang dari para Sobat Zakat. Bagi warga masyarakat yang hendak memberikan bantuan, bantuan dapat diberikan secara langsung ke Rumah Zakat Indonesia Cabang Pontianak, Jalan Irian Nomor 35 Pontianak atau melalui Rekening Bank Syariah Mandiri dengan nomor: 1250015555 atas nama Yayasan Rumah Zakat Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat di peroleh dengan menghubungi contac person atas nama Syafiudin, di nomor 0561-736809.(*)

Selasa, 13 Oktober 2009

Soesatriyo Bimo Damarjati (Putraku)

Aku, Reni Kusumawati (Istri), Bimo (Anak) dan Siswo Sutarman (Ayah)

BPBD Kalbar Kembangkan Sistem Deteksi Dini

PONTIANAK---Maraknya bencana alam yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat untuk mengembangkan sistem deteksi dini (early warning system), berbasis informasi teknologi (IT). Kerja bersama yang akan melibatkan sejumlah instansi terkait ini rencananya dimulai awal tahun depan.

Seperti di ungkapkan Kepala BPBD Kalbar, Ir Tri Budiarto, Kalimantan Barat tergolong daerah yang rawan akan bencana alam, seperti banjir, asap, angin kencang serta tanah longsor. Untuk mencegah serta menghindari dampak dari bencana alam yang datang setiap tahunnya itu, mulai tahun depan pihaknya mulai membentuk sistem deteksi dini yang di susun dengan memperhatikan ketersediaan sistem komunikasi terpadu.

Komunikasi terpadu dalam sistem deteksi dini pada bencana alam ini mencakup dua aspek penting, yakni data komunikasi (upstream) dan komunikasi informasi (downstream). Data komunikasi (upstream) merupakan sistem komunikasi yang dapat mendukung ketersediaan informasi atau data sehingga dapat dengan cepat dan akurat sampai di tingkat pusat pengolahan data. Melalui ketersediaan data komunikasi yang falid, setiap instansi nantinya dapat dengan mudah berkomunikasi dan berbagi informasi secara cepat tampa hambatan.

Untuk bagian komunikasi informasi (dowstream), kata Tri Budiarto kepada Pontianak Post, penyampaian peringatan dini akan di sampai kepada pihak yang berwenang dan masyarakat, bagaimana keterkaitan antara pusat dan daerah dalam penyampaian peringatan dini serta bagaimana kesiapan semua pihak baik di pusat, di daerah maupun di masyarakat dalam menindaklanjuti peringatan dini ini.

Cakupan kegiatan downstream ini mulai dari mitigasi, kesiapan, dan ketanggapan maupun peningkatan kapasitas (institusi, masyarakat, maupun individu) dalam menanggapi peringatan dini tsunami sesuai dengan Prosedur Tetap Sistem Peringatan Dini sampai pada kesiapan masyarakat sendiri dalam menanggapi sistem tersebut. “Dari sekian banyak rencana kerja yang ada, yang terpenting dalam pembangunan sistem deteksi dini terhadap bencana alam ini bagaimana menciptakan social community berbasiskan masyarakat yang sigap dan tanggap dalam membaca tanda-tanda alam,” tegasnya.

Menurut dia, kesadaran dan kesiapan adalah kunci utama dalam menghadapi dan melindungi masyarakat dari ancaman bencana. Sistem peringatan dini yang canggih tidak akan membantu banyak apabila masyarakat serta komponennya tidak siap untuk bertindak saat peringatan itu tiba. Untuk itu peningkatan kesadaran masyarakat dan pendidikan bagi masyarakat harus juga dilaksanakan secara simultan.

Program kesiapan masyarakat dalam hal ini adalah penyiapan masyarakat dan komponen pihak yang berwenang dalam membaca tanda-tanda datangnya bencana alam, kesiapan siagaan, serta teknik meresponsnya. Beberapa kegiatan yang tercakup kegiatan sistem deteksi dini ini meliputi penyusunan prosedur operasi standar pada semua tingkat pemerintah daerah hingga pemuka masyarakat; melakukan model dan contoh-contoh pelaksanaan pelatihan, menggelar simulasi dan prosedur evakuasi, melaksanakan sosialisasi dan penyadaran ke masyarakat melalui materi materi seperti leaflet, brosure dan lain sebagainya.(go)

DBD Merebak, TNI Gelar Donor Darah Massal

PONTIANAK—Sejak merebaknya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pontianak dan sekitarnya, permintaan akan kebutuhan darah di PMI cabang Kota Pontianak terus meningkat. Untuk membatu mencukupi kebutuhan darah yang ada, Selasa (13/10) pagi, TNI dan mahasiswa kedokteran Untan menggelar kegiatan donor darah massal.

Di lingkup TNI, aksi social ini dilaksanakan di Pangkalan Angkatan Laut Pontianak. Kegiatan ini diikuti oleh 75 anggota TNI-AD, 75 anggota TNI-AU dan 50 anggota TNI-AL. Dari jumlah peserta yang ada, ditargetkan akan terhimpun 200 kantong darah dari berbagai golongan. “Kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari peringatan HUT TNI ke-64,” kata Rokhana M Qulsum, selaku Koordinator Bakti Sosial TNI kepada Pontianak Post.

Dilihat dari aspek manfaat, seseorang yang mendonorkan darah secara rutin, setiap tiga bulan sekali, maka tingkat kekentalan darah seseorang akan cukup rendah. Kondisi ini tentu saja meringankan kerja jantung dalam memompa darah keseluruh tubuh. Selain memperingan kerja jantung, darah yang cukup encer juga mengurangi kemungkinan terjadinya penyumbatan pembuluh darah.

Rokhana juga menjelaskan, darah yang tidak kental secara tidak langsung akan menciptakan sirkulasi darah yang baik. Hal ini tentu saja berdampak pada peningkatan metabolisme dan merevitalisasi tubuh. “Dengan mendonorkan antara 250 sampai dengan 300cc darah per pengambilan (biasanya tiga bulan), maka pabrik darah merah (sumsum tulang belakang) akan terjaga untuk tetap aktif berproduksi,” terangnya.(go)

Pit Bull Dilarang di Kembang Biakan

PONTIANAK—Pemerintah melarang pengembang biakan dan pemasukan anjing trah Pit Bull di Indonesia. Pelarangan ini dilakukan atas dasar rapat pleno Pengurus Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN) Pusat yang merekomendasikan beberapa hal penting. “PERKIN adalah salah satu anggota Federation Cynologique International (FCI) yang aktif melakukan penelitian tentang pengembang biakan anjing,” kata Kadis Kehewanan dan Peternakan Kalbar A Manaf Mustafa.

Seruan terhadap pelarangan anjing Pit Bull ini dikeluarkan oleh Departemen Pertanian, Direktorat Jendral Peternakan Jakarta, Nomor: 14090/HK.340/F/09.09 tertanggal 14 September 2009. Dalam seruan tersebut dijelaskan bahwa anjing trah Pit Bull merupakan salah satu jenis anjing yang tidak diketahui oleh FCI. Besar dugaan Indonesia merupakan salah satu Negara terbesar yang mengembang biakan anjing jenis ini.

Manaf juga menjelaskan, Pit Bull tergolong anjing bertipe pemburu. Ia mempunyai performan yang ganas dan buas.

Anjing jenis Pit Bull mampu berlari kencang saat mengejar mangsanya. Gigitannya 3 kali lebih mematikan dari anjing jenis lain. Anjing berwajah sangar ini juga tak kenal rasa takut dan kuat dalam menahan sakit. Dalam keadaan liar, anjing ini dapat membahayakan bagi keselamatan manusia.

Fakta membuktikan bahwa belum lama ini, Republika Onlie memberitakan M Rafli (9), bocah warga Dusun Selangis, Kelurahan Reboh Tinggi, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatra Selatan (Sumsel), ditemukan tewas setelah digigit anjing pemburu jenis Pit Bull. Saat di temukan di depan pekarangan rumahnya, leher korban terlihat nyaris putus.

Untuk mengantisipasi terjadinya kasus serupa di Kalbar, Diswanak akan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh usaha pengembang biakan dan pemasukan anjing trah Pit Bull. Jika ditemukan, petugas akan melakukan sterilisasi terhadap anjing ganas ini. Untuk jantan akan dilakukan castrasi atau dikebiri. Sementara bagi betina akan di vasektomi. “Kami mendapat informasi bahwa di Pontianak terdapat tiga ekor anjing trah Pit Bull. Untuk mengecek samapai sejauh mana kebenarannya, kami telah melakukan penelusuran,” ujarnya.

Sebelumnya, Diswanak Kalbar telah melakukan pemberian vaksinasi rabies dan toksoplasma terhadap anjing, kucing, dan kera. Aksi social ini digelar selama sebulan penuh, terhitung sejak 1-30 September lalu, di kantor Diswanak Kalbar. Kegiatan vaksinasi ini dilakukan secara gratis. “Jumlah hewan yang telah kita vaksinasi mencapai 200 ekor lebih,” imbuh Manaf.(go)

Senin, 12 Oktober 2009

Mengapa,, wajah manisnya slalu mmbayangi jiwa??? Mengapa, hanya Dia yang membuat aku terpana,,, Hampir tiap jam, aku slalu menyebut namanya, Dan distiap aku menyebut namanya, Didalam hati ini, slalu ada getaran yg beda,, Seakan-akan, getaran itu sebuah pertanda,,, Apakah cinta yg aku cari adalah dia??? Apakah belahan jiwa ini adalah dia???