Selasa, 27 Oktober 2009

Tugu Degul di Bundaran Untan Bukti Kegigihan 10 Pejuang


Mungkin tak banyak orang yang tahu kalau Tugu Degul di Bundaran Untan merupakan monument bersejarah bagi kebangkitan perjuangan pemuda di Kalimantan Barat. Sepuluh pejuang Kalimantan Barat di abadikan dalam kokohnya bangunan bambu runcing yang menjulang ke angkasa. Siapa saja kesepuluh pejuang Kalimantan Barat tersebut?


Catatan Pringgo—Pontianak

PENELUSURAN jejak sepuluh pejuang Kalimantan Barat dalam mengobarkan semangat anti colonial Belanda tidaklah mudah. Butuh kecermatan serta ketelian untuk menggali informasi. Beruntung Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak memiliki catatan yang cukup lengkap yang mengkisahkan semangat heroic dari kesepuluh pejuang Kalimantan Barat tersebut.

Seperti di ungkapkan Kepala Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional, Drs Lisyawati Nurcahyani MSi, pergerakan pemuda di Kalimantan Barat ini dimulai dari terbentuknya Serikan Islam (SI) di Ngabang pada tahun 1914. Pada masanya, organisasi berbasis keagamaan ini berhasil menuai simpati dari masyarakat.

Saat sedang jaya-jayanya, tiba-tiba saja pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perintah untuk membekukan seluruh kegiatan SI. Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut dari maraknya pemberontakan anggota SI di Jawa Barat dan Sumatera. “Karana ruang geraknya terbatasi, sepulangnya dari Batavia, Gusti Sulung Lelanang langsung membentuk Partai Serikan Islam (PSI) pada tahun 1923,” ujarnya.

Kehadiran PSI di tanah Borneo ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak dari pengurus SI yang tertarik untuk meleburkan diri ke PSI. Beberapa tokoh SI tersebut adalah Muhammad Hambal, Achmad Marzuki, Muhammad Noor, Muhammad Sood, Gusti Situt Mahmud, Gusti Hamzah, H Rais bin H Abdurrahman, Jeranding Abdurrahman dan Gusti Johan Idrus.

Bersama Gusti Sulung Lelanang, kesembilan tokoh SI Kalimantan Barat itu berjuang mengobarkan semangat kemerdekaan. Alhasil, dalam waktu yang tidak terlalu lama, jumlah pendukung setia PSI di Kalimantan Barat bertambah banyak. Sayang, semangat mereka yang menggelora itu ternyata tidak di dukung oleh visi dan misi PSI yang kala itu berhaluan kiri. “Khawatir akan terjadinya pemberontakan, penguasa tanah Borneo lantas menginformasikan sepak terjang PSI ke Gubernur Jenderal Belanda, di Batavia,” papar Lisyawati.

Atas saran serta masukan yang diterima, akhirnya Gubernur Jenderal Belanda, di Batavia memerintahkan pemerintah Hindia Belanda yang ada di tanah Borneo untuk membubarkan PSI. Tidak hanya itu saja, dengan kuasa yang dimiliki pemerintah Hindia Belanda kemudian mengasingkan sepuluh tokoh pergerakan Kalimantan Barat tersebut ke “Tanah Merah” di Boven Digoel, Irian Barat.

Pada masa penjajahan Belanda, Boven Digul dahulunya dikenal sebagai tempat pembuangan pejuang kemerdekaan. Boven Digul terbagi atas beberapa bagian, yakni Digul Atas, Tanah Merah, Gunung Arang (tempat penyimpanan batu bara), zone militer yang juga menjadi tempat petugas pemerintah), dan Tanah Tinggi.

Digul Atas, terletak di tepi Sungai Digul Hilir, Tanah Papua bagian selatan. Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia, Jilid 4, disebutkan Boven Digoel dipersiapkan dengan tergesa-gesa oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menampung tawanan “pemberontakan November 1926″. Boven Digul kemudian digunakan pula sebagai tempat pembuangan pemimpin-pemimpin pergerakan nasional. Jumlah tawanannya tercatat 1.308 orang.

Beberapa tokoh pergerakan nasional yang pernah dibuang ke sana antara lain Sayuti Melik (1927-1938), Mohammad Hatta (1935-1936), Muchtar Lutffi, Ilyas Yacub (tokoh Permi dan PSII Minangkabau). Luas Boven Digul sekitar 10.000 hektare. Daerah itu berawa-rawa, berhutan lebat, dan sama sekali terasing. Hubungan ke daerah lain sulit, kecuali melalui laut. Berbagai suku Irian (Papua) yang masih primitif berdiam di sepanjang tepian sungai. Karena belum tersedia sarana kesehatan, penyakit menular sering berjangkit. “Disana, kesepuluh tokoh perjuangan Kalimantan Barat bertemu dengan sejumlah tokoh perjuangan dari daerah lain. Dari mereka, akhirnya para tokoh perjuangan Kalimantan Barat menyadari bahwa PSI menang tidak sejalan dengan arah perjuangan bangsa,” paparnya.

Untuk mengenang perjuangan kesepuluh pejuang Kalimantan Barat yang diasingkan di Boven Digul, pemerintah Kalimantan Barat membuat monument perjuangan. Bangunan berbentuk bambu runcing itu terletak persis di tengah Jalan A Yani Pontianak. Kebanyakn orang mengenalnya dengan sebutan Bundaran Untan.

Senin, 26 Oktober 2009

Pesan Buat Putra Bangsa

Anakku, simpan segala yang kau tahu.Jangan ceritakan deritaku dan sakitku kepada rakyat, biarkan aku menjadi korban asal Indonesia tetap bersatu. Ini aku lakukan demi kesatuan, persatuan, keutuhan dan kejayaan bangsa. Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. (Amanat akhir hayat Bung Karno)


MY CHILD,
KEEP ALL THESE THINGS IN YOUR HEART.
DON'T SPEAK OF MY SUFFERING AND ILLNESS TO THE PEOPLE.
LET ME BE SACRIFICED, IF UNITY IN INDONESIA IS ACHIEVED.
LET MY LIFE INSPIRE UNITY, HARMONY, ONENESS,
AND THE NOBLE SPIRIT OF OUR PEOPLE.
LET MY SUFFERING BECOME A WITNESS THAT
EVEN THE POWER OF THE PRESIDENT HAS ITS LIMITS.
LASTING POWER MUST BE HELD BY THE PEOPLE
AND ONLY GOD ALMIGHTY IS OMNIPOTENT. (Soekarno say)

Minggu, 25 Oktober 2009

Pemkot Peduli Olahraga Tradisional

PONTIANAK—Partisipasi aktif pemerintahan kota Pontianak dalam pelestarian olahraga tradisional patut di ajungi jempol. Lewat gelaran lomba sampan dalam rangka hari jadi kota Pontianak ke-238, pemerintah kota Pontianak berhasil mengangkat khawasan budaya daerah. “Kami salut dengan apresiasi yang diberikan pemkot terhadap pelestarian budaya,” kata dato Petinggi Abdi Nurkamil Mawardi, Sekretaris Eksekutif LAMS.

Dalam pelaksanaan lomba sampan yang di gelar di water front city Taman Alun Kapuas, Minggu (25/10) kemarin, sejumlah tim dayung dari berbagai kabupaten/kota berlomba secara sportif. Acara semakin bertambah meriah dengan persembahan aneka kesenian tradisonal.

Selain dari pihak pemerintah kota Pontianak, dukungan terhadap pelaksanaan acara lomba sampan itu juga datang dari masyarakat kota Pontianak. Ini terbukti dari ramainya warga yang datang untuk menyaksikan laga dari tim-tim dayung kebanggan daerah. “Saya berharap di Lomba Sampan Nusantara, 5-6 Desember 2009 di Sambas, LAMS bersama pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten Sambas bisa bahu membahu dalam melaksanakan agenda besar bertaraf internasional tersebut,” ujar Abdi.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun, gelar juara pertama lomba sampan HUT Kota Pontianak ke-238 akhirnya di sandang oleh Tim Dayung Kiber, Sambas; juara kedua di rebut Elang Hitam, Pontianak; dan juara ketiga di tempati Satu Hati, Pontianak.(go)

Terlambat Sedikit, Karimunting Terancam Hilang

PONTIANAK---Jika beberapa tahun kedepan daerah pesisir pantai di Desa Karimunting tidak di konservasi, maka dapat dipastikan kawasan tersebut akan hilang tergerus gelombang. Untuk bisa menyelamatkannya, penanaman mangrove merupakan solusi yang paling tepat. “Mangrove tidak hanya menyelamatkan kawasan pesisir pantai, tetapi juga bisa menumbuhkan daratan yang hilang,” kata Dwi Suprapti, aktivis dari World Wild Fund (WWF) Kalimantan Barat.

Berdasarkan hasil pengamatannya di lapangan, tingkat abrasi di sepanjang kawasan pesisir Pantai Utara Kalimantan Barat umumnya sudah sangat memprihatinkan. Di beberapa titik tertentu, beberapa meter daratan telah habis terkikis deburan ombak. Kondisi ini bisa di maklumi karena posisi Pantai Utara Kalimantan Barat memang menghadap ke Laut Cina Selatan.

Dijelaskan Dwi, kawasan pesisir dan laut merupakan sebuah ekosistem yang terpadu dan saling berkolerasi secara timbal balik. Masing-masing elemen dalam ekosistem itu memiliki peran dan fungsi yang saling mendukung. Kerusakan salah satu komponen ekosistem dari salah satunya (daratan dan lautan) secara langsung berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem keseluruhan. Untuk menciptakan keseimbangan kualitas lingkungan, keberadaan hutan mangrove sangatlah memegang peranan penting.

Salah satu sifat fisik dari tanaman mangrove adalah membantu terjadinya proses pengendapan lumpur. Jika mangrove di tanam di kawasan pesisir pantai, maka besar kemungkinan pengendapan lumpur di tepi pantai akan cepat tercipta. “Dalam jumlah tertentu, kumpulan mangrove dewasa dapat membentengi kawasan pesisir pantai dari serbuan gelombang laut,” terang Dwi.

Manfaat dari keberadaan hutan mangrove sebenarnya telah lama di nikmati oleh masyarakat di Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Catatan yang ada menyebutkan bahwa luas hutan mangrove disana mencapai 65 ribu hektar. Bagi masyarakat setempat, hutan mangrove merupakan tempat mencari rejeki yang tidak pernah habis.

Hutan mangrove berperan penting dalam menyediakan habitat bagi aneka ragam jenis-jenis komoditi penting perikanan baik dalam keseluruhan maupun sebagian dari siklus hidupnya. Hutan mangrove juga memberikan masukan unsur hara terhadap ekosistem air, menyediakan tempat berlindung dan tempat asuhan bagi anak-anak ikan, tempat kawin/pemijahan, dan lain-lain. Karena kaya akan sumber makanan bagi organisme air, tidak mengherankan apabila di hutan mangrove banyak di temukan kepiting, udang, kerang, serta ikan-ikan berukuran besar.

“Beberapa hari yang lalu saya sempat melihat-lihat hutan mangrove di kecamatan Batu Ampar. Hutan mangrove disana masih sangat asri. Buah vivipar mangrove jatuh dan terbawa air nantinya dapat tumbuh dan berkembang di dasar yang dangkal. Setelah besar, tanaman mangrove akan tumbuh membentuk kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam jangka panjang, habitat baru itu akan terus meluas sehingga membentuk sebuag daratan baru,” ungkap Dwi.

Disinggung soal adanya wacana kegiatan penanaman mangrove di kecamatan Batu Ampar, Dwi mengaku kurang sependapat. Pasalnya, proses tumbuh kembang mangrove di sana telah berjalan secara alami. Jadi, tanpa upaya penanaman pun, mangrove disana dapat tumbuh secara alami. “Adalah kurang tepat kiranya jika pelaksanaan penanaman mangrove di lakukan di sana. Idealnya, disana digelar kegiatan sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya tanaman mangrove bagi ekosistem hayati. Aksi lain yang tidak kalah penting adalah melakukan pelarangan terhadap aktivitas penebangan mangrove secara illegal,” saran Dwi.(go)

Sabtu, 24 Oktober 2009

“SAMA”, Tarian Darwis yang Berputar

Suatu saat Rumi tengah tenggelam dalam kemabukannya dalam tarian “Sama” ketika itu seorang sahabatnya memainkan biola dan ney (seruling), beliau mengatakan, “Seperti juga ketika salat kita berbicara dengan Tuhan, maka dalam keadaan extase para darwis juga berdialog dengan Tuhannya melalui cinta. Musik Sama yang merupakan bagian salawat atas baginda Nabi Sallallahu alaihi wasalam adalah merupakan wujud musik cinta demi cinta Nabi saw dan pengetahuanNya.

Rumi mengatakan bahwa ada sebuah rahasia tersembunyi dalam Musik dan Sama, dimana musik merupakan gerbang menuju keabadian dan Sama adalah seperti electron yang mengelilingi intinya bertawaf menuju sang Maha Pencipta. Semasa Rumi hidup tarian “Sama” sering dilakukan secara spontan disertai jamuan makanan dan minuman. Rumi bersama teman darwisnya selepas solat Isa sering melakukan tarian sama dijalan-jalan kota Konya.

Terdapat beberapa puisi dalam Matsnawi yang memuji Sama dan perasaan harmonis alami yang muncul dari tarian suci ini. Dalam bab ketiga Matsnawi, Rumi menuliskan puisi tentang kefanaan dalam Sama, “ketika gendang ditabuh seketika itu perasaan extase merasuk bagai buih-buih yang meleleh dari debur ombak laut”.

Tarian Sakral Sama dari tariqah Mevlevi Haqqani atau Tariqah Mawlawiyah ini masih dilakukan saat ini di Lefke, Cyprus Turki dibawah bimbingan Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani. Ajaran Sufi Mawlana Syaikh Nazim dan mawlana Syaikh Hisyam juga merambah keberbagai kota di Amerika maupun Eropa, sehingga tarian Whirling Dervishes ini juga dilakukan di banyak
kota-kota di Amerika, Eropa dan Asia di bawah bimbingan Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani.

Tarian Sama ini sebagai tiruan dari keteraturan alam raya yang diungkap melalui perputaran planet-planet. Perayaan Sama dari tariqah Mevlevi dilakukan dalam situasi yang sangat sakral dan ditata dalam penataan khusus pada abad ke tujuh belas. Perayaan ini untuk menghormati wafatnya Rumi, suatu peristiwa yang Rumi dambakan dan ia lukisakna dalam istilah-istilah yang
menyenangkan.

Para Anggota Tariqah Mevlevi sekarang belajar menarikan tarian ini dengan bimbingan Mursyidnya. Tarian ini dalam bentuknya sekarang dimulai dengan seorang peniup suling yang memainkan Ney, seruling kayu. Para penari masuk mengenakan pakaian putih yang sebagai simbol kain kafan, dan jubah hitam besar sebagai symbol alam kubur dan topi panjang merah atau abu-abu yang menandakan batu nisan.

Akhirnya seorang Syaikh masuk paling akhir dan menghormat para Darwish lainnya. Mereka kemudian balas menghormati. Ketika Syaikh duduk dialas karpet merah menyala yang menyimbolkan matahari senja merah tua yang mengacu pada keindahan langit senja sewaktu Rumi wafat. Syaikh mulai bersalawat untuk Rasulullah saw yang ditulis oleh Rumi disertai iringan musik, gendang, marawis dan seruling ney.

Peniup seruling dan penabuh gendang memulai musiknya maka para darwis memulai dengan tiga putaran secara perlahan yang merupakaan simbolisasi bagi tiga tahapan yang membawa manusia menemui Tuhannya. Pada puatran ketiga Syaikh kembali duduk dan para penari melepas jubah hitamnya dengan gerakan yang menyimbulkan kuburan untuk mengalami ‘ mati sebelum mati”, kelahiran kedua.

Ketika Syaikh mengijinkan para penari menari, mereka mulai dengan gerakan perlahan memutar seperti putaran tawaf dan putaran planet-planet mengelilingi matahari. Ketika tarian hamper usai maka syaikh berdiri dan alunan musik dipercepat. Proses ini diakhiri dengan musik penutup danpembacaan ayat suci Al-Quran.

Rombongan Penari Darwis, secara teratur menampilkan Sama di auditorium umum di Eropa dan Amerika Serikat. Sekalipun beberapa gerakan tarian ini pelan dan terasa lambat tetapi para pemirsa mengatakan penampilan ini sangat magis dan menawan. Kedalaman konsentrasi, atau perasaan dzawq dan ketulusan para darwis menjadikan gerakan mereka begitu menghipnotis. Pada akhir penampilan para hadirin diminta untuk tidak bertepuk tangan karena “Sama” adalah sebuah ritual spiritual bukan sebuah pertunjukan seni.

Pada abad ke 17, Tariqah Mevlevi atau Mawlawiyah dikendalikan oleh kerajaan Utsmaniyah. Meskipun Tariqah Mawlawiyah kehilangan sebagian besar kebebasannya ketika berada dibawah dominasi Ustmaniyah, tetapi perlindungan Sang Raja menungkinkan Tariqah Mawlawi menyebar luas keberbagai daerah dan memperkenalkan kepada banyak orang tentang tatanan musik dan tradisi puisi yang unik dan indah. Pada Abad ke 18, Salim III seorang Sultan Utsmaniyah menjadi anggota Tariqah Mawlawiyah dan kemudian dia menciptakan musik untuk upacara-upacara Mawlawi.

Selama abad ke 19 , Mawlawiyah merupakan salah satu dari sekitar Sembilan belas aliran sufi di Turtki dan sekitar tigapuluh lima kelompok semacam itu dikerajaan Utsmaniyah. Karena perlindungan dari raja mereka, Mawlawi menjadi kelompok yang paling berpengaruh diseluruh kerajaan dan prestasi cultural mereka dianggap sangat murni. Kelompok itu menjadi terkenal di barat., Di Eropa dan Amerika pertunjukkan keliling mereka menyita perhatian public. Selama abad 19, sebuah panggung pertunjukkan yang didirikan di Turki menarik perhatian banyak kelompok wisatawan Eropa yang datang ke Turki.

Pada tahun 1925, Tariqah Mawlawi dipaksa membubarkan diri ditanah kelahiran mereka Turki, setelah Kemal Ataturk pendiri modernisasi Turki melarang semua kelompok darwis lengkap dengan upacara serta pertunjukkan mereka. Pada saat itu makam Rumi di Konya diambil alih pemerintah dan diubah menjadi museum Negara.

Motivasi utama Atatutrk adalah memutuskan hubungan Turki dengan masa pertengahan guna mengintegrasikan Turki dengan dunia modern seperti demokrasi ala barat. Bagi Ataturk tariqah sufi menjadi ancaman bagi modernisasi Turki. Pada saat itulah Syaikh Nazim ق mulai menyebarkan bimbingan spiritual dan mengajar agama Islam di Siprus, Turki.

Hingga saat ini makam Rumi di Konya tetap terpeliharadan dikelola oleh pemerintah Turki sebagai tempatwisata. Meskipun demikian pengunjung yang datang kesana yang terbanyak adalah para peziarah dan bukanwisatawan. Melalui sebuah kesepakatan pemerintahTurki, pada tahun 1953 akhirnya menyetujui tarian“Sama” Tariqah Mawlawi dipeertontonkan lagi di Konya dengan syarat pertunjukan tersebut bersifat culturaluntuk para wisatawan.

Rombongan Darwis juga diijinkan untuk berkelana secara Internasional. Meskipun demikian secara keseluruhan berbagai aspek sufisme tetap menjadi praktek yang illegal di Turki dan para sufi banyak diburu sejak Ataturk melarang agama mereka.

Kerja Bersama Berantas Narkoba

PONTIANAK--Narkoba merupakan musuh terbesar bagi masyarakat. Untuk bisa meminimalisir bahaya yang di timbulkannya, kerja bersama dalam pemberantasan narkoba sangatlah di perlukan, baik oleh aparat penegak hukum, pemerintah, ormas maupun masyarakat itu sendiri. “Narkoba hanya bisa di berantas lewat kerja bersama yang solid,” tegas Anwar Tedy, Ketua GEPAN (Gerakan Anti Narkoba) Kalbar.

Ditemui usai mengikuti pelatihan pemberantasan narkoba yang diadakan BNN, beberapa waktu lalu, kepada Pontianak Post lebih lanjut dia mengatakan sejak beberapa tahun yang lalu GEPAN gencar menggelar sejumlah aksi kongkret dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Beberapa diantaranya adalah aktif melaksanakan sosialisasi tentang bahaya narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, menggelar kampanye damai di Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), melakukan pendampingan terhadap sejumlah korban pengguna narkoba yang ada di Kota Pontianak dan lain sebagainya.

Khusus untuk program pendampingan, kata Anwar, kegiatan tersebut dimulai dengan menghilangkan zat aditif berbahaya yang ada di dalalam tubuh korban. Jika di biarkan, lambat laun zat adiktif berbahaya yang ada dalam narkoba dapat menimbulkan berbagai efek samping, seperti halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya. “Zat inilah yang membuat korban mengalami kecanduan dan sulit untuk bisa lepas dari barang haram itu,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan GEPAN tidak hanya berhenti sampai disini saja. Setelah sembuh dari ketergantungan narkoba, GEPAN juga memberikan pendampingan kepada para mantan pecandu narkoba dengan memberikan sejumlah keterampilan. Perhatian ini diberikan sebagai upaya penciptaan idividu yang mandiri. “Melalui pembekalan keterampilan hidup yang di berikan, kami berharap mereka nantinya dapat hidup layak di tengah lingkungan masyarakat,” imbuh Anwar.(go)

Abrasi Tinggi, Pesisir Pantura Terancam Hilang

PONTIANAK---Daratan di tepi pesisir Pantai Utara (Pantura) Kalimantan Barat terancam hilang. Tingginya tingkat abrasi laut mengakibatkan tergerusnya daerah tepian pantai. Upaya pemerintah dalam memasang blok beton hanya bersifat sementara. Keberadaannya tidak bisa “mengembalikan” daerah daratan yang hilang.

Untuk bisa mengatasi persoalan pelik ini, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan kawasan pesisir Pantura adalah dengan melakukan penanaman mangrove atau bakau. Tanaman ini direkomendasikan karena memiliki sistem perakaran yang kompleks, rapat, dan lebat. Akarnya mampu memerangkap sisa-sisa bahan organik dan endapan yang terbawa air laut ke daratan.

Pola penjaringan yang dilakukan mangrove seperti itu menurut Yeni Januarti sangat cocok untuk di kembangkan di daerah pesisir pantura Kalbar. Kepada Pontianak Post, aktivis lingkungan hidup di Mangrove Centre Foundation (MCF) Kalbar ini menerangkan

Dalam kurun waktu tertentu, pola penjaringan oleh mangrove tersebut dapat pembentuk daratan. Disebut demikian karena endapan dan tanah yang ditahan oleh akar mangrove mampu menumbuhkan kembali perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu.

Jika mangrove dapat tubuh dan berkembang dengan baik, maka keberadaannya akan memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial untuk tetap hidup. “Bila kondisi ini bisa terus di pertahankan, bisa dipastikan daratan akan kembali tumbuh,” katanya.

Kekhawatiran tentang hilangnya daratan di pesisir Pantura sebenarnya cerita lama. Dia masih ingat benar peristiwa abrasi hebat yang terjadi delapan tahun yang silam. Kala itu, sepanjang kawasan pesisir Desa Kelapa IV dan Desa Sungai Duri di perbatasan kabupaten Pontianak dan Bengkayang, mengalami abrasi yang amat hebat. Akibat tingginya tingkat abrasi pantai yang ada, jalan utama yang menghubungkan kota Pontianak dengan Singkawang, sepanjang kurang lebih lima kilometer terancam putus.

Untuk mengatasi persoalan abrasi pantai yang ada, pemerintah kemudian memasang blok beton disepanjang kawasan pesisir pantai Desa Kelapa IV hingga Desa Sungai Duri. Blok beton itu disusun sesdemikian rupa hingga menyerupai benteng pemecah gelombang. “Untuk sementara waktu, tindakan itu memang tepat untuk dilakukan. Tapi, untuk kedepannya keberadaan blok beton pemecah gelombang itu tidak bisa mengembalikan eksositem pantai yang hilang,” terang Yeni.

Guna mengatasi persoalan yang ada, upaya penanaman mangrove secara massal adalah jawabannya. Khussus untuk wilayah Pantura Kalbar, jenis mangrove yang cocok untuk di tanam adalah Bakau Rhizopora. Adapun jarak tanam yang dianjurkan dalam konservasi mangrove di wilayah pesisir Pantura Kalbar bisa 1x1 meter atau 1x2 meter. Jika kepentingannya untuk penataan wilayah, ada baiknya jika mangrove di tanam dalam jarak 3x4 meter atau 4x4 meter. “Upaya konservasi mangrove di wilayah Pantura Kalbar telah berulang kali kami lakukan. Pada 2006 lalu, MCF bersama kelompok pecinta alam Sakawana telah melakukan kegiatan penanaman mangrove di Desa Karimunting,” paparnya.

Yeni berkeyakinan, jika upaya penanaman mangrove di lakukan secara terus menerus dengan melibatkan masyarakat setempat, maka lambat laut kawasan konservasi mangrove akan terbentuk. Akar pohon mangrove dapat menjaga pinggiran pantai dari bahaya erosi. Buah vivipar yang dapat berkelana terbawa air hingga menetap di dasar yang dangkal dapat berkembang dan menjadi kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam kurun waktu yang panjang, habitat baru ini dapat tumbuh meluas sehingga menjadi daratan baru.(go)

:

Kerusakan di persisir utara, kuat, kondisi alam. Men ghadap laut laut cina selatan.

Pemberdayaan masyarakat di sungai mas dak tak turun. Tambak terselamatkan.

Pesisir sei duri:

Bisa di rehibilatisai, tanah berpasir. Segera di tanami mangrove, 2006 karimunting, pertumbuhannya lamban. Harus kontinyu. Blok penahan ombak, tingkat keefektipan, untuk bertahan mangrove bisa membantu. Tapi tidak bisa kekal.

Khussus karimunting, mangrove yang cocok bakau rhizopora. Jarak penanaman 1x1 tatu 1x2 untuk konsercasi. Untuk 3x4 atau 4x4 kepentingan penataan. Agar tetap hidu, prlihara dan lakukan penyulaman.

Pemberdayaan masyarakat. Mereka harus tahu fungsi mangrove.