Selasa, 01 Desember 2009

Golkar Lemah di Konsolidasi Internal

Morkes: Kedepan Tidak Boleh Terulang

PONTIANAK—Mantan Ketua Umum DPD Partai Golkar Kalimantan Barat, Ir H Zulfadhli mengaku lemah dalam melaksanakan konsolidasi partai. Kondisi seperti ini sedikit banyak berdampak pada menurunnya popularitas Golkar dalam pelaksanaan pilkada, pileg dan pilpres. “Atas kekuarangan yang ada, saya meminta maaf,” katanya saat menyampaikan kata sambutan di acara Syukuran Musda ke-VIII Partai Golkar Kalimantan Barat, Minggu (29/11) kemarin malam.

Acara ramah tamah yang di gelar di Gedung Zambrud itu sekaligus memperingati hari Raya Idul Adha 1430H. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pengurus Partai Golkar serta puluhan anak yatim piatu dari beberapa panti asuhan.

Dalam sambutan singkatnya lebih lanjut Zulfadhli memuji susunan struktur kepengurusan partai Golkar yang ada saat ini. Menurutnya, pengurus yang duduk di Partai Golkar sekarang ini memiliki potensi yang luar biasa. Mereka datang dari beragam latar belakang sosial. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa Golkar merupakan partai yang dimanis dan penuh warna demokrasi. “Saya yakin, di bawah kepemimpinan H Morkes Effendi selaku ketua umum dan H Gusti Hersan Aslirosa sebagai ketua hariannya, Golkar akan mampu berjaya,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Umum DPD Partai Golkar Kalimantan Barat, H Morkes Effendi mengatakan sesuai dengan visi partai, kedepan Gokar Kalbar akan memperkuat soliditas kader serta membangun kembali kejayaan partai dalam nuansa paradigma baru. Untuk mewujudkan visi kepartaian yang ada, Golkar Kalbar mengemban misi meningkatkan, memelihara integrasi serta kohesi kepengurusan Partai Golkar disemua tingkatan, organisasi sayap dan anggota partai di setiap daerah kabupaten/kota, kecamatan dan kelurahan/desa.

Sedikit mengutip pernyataan Ketua Umum Partai Golkar H. Abu Rizal Bakrie, ada 4 sukses yang harus diraih Partai Golkar jika ingin kembali berjaya, yakni lakukan konsolidasi organisasi partai, baik secara vertical dan horizontal serta berjenjang; laksanakan pola kaderisasi yang baik sampai pada tingkat desa; bangun perekonomian masyarakat,kesejahteraan rakyat dan lain sebagainya; dan rebut kemenangan di setiap pilkada dan pemilu.

Untuk bisa menjalankan amanah tersebut, segenap jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kalbar akan melaksanakan komunikasi yang baik dengan semua pihak, dan menerapkan prinsip-prinsip dasar balancing management yang proposional. “Kedepan, kesalahan yang sama tidak boleh terulang kembali. Rapatkan barisan dan lakukan konsolidasi politik, itulah kunci meraih kejayaan dalam pelaksanaan agenda politik dimasa yang akan datang,” terangnya.

Morkes juga menegaskan, jika segenap unsur kekuatan politik di tubuh Golkar bersatu, maka Golkar akan menjadi sebuah kekuatan politik yang besar dan diperhitungkan baik ditingkat propinsi, kabupaten/kota bahkan hingga ke level kacamatan dan desa. Guna mengwujudkan cita cita luhur itu, pola kemitraan perlu ditumbuh kembangkan dengan baik dalam lingkup internal maupun eksternal kepartaian.

Disinggung tentang target pemenangan Golkar di pelaksanaan pilkada 2010, dengan berdiplomasi Morkes menjawab Gokar siap menjadi pemenang. Untuk bisa memenuhi target tersebut, penggalangan kekuatan di lingkup internal dan eksternal partai telah mulai di lakukan. Melalui gerakan rekonsolidasi dan rekonstruksi kepartaian, kami yakin Golkar mampu berjaya dalam pelaksanaan pilkada di kabupaten Bengkayang, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Sekadau dan Ketapang.

Sikap optimis ini menurut Morkes sangat beralasan karena Golkar Kalbar memiiki potensi politik yang sangat luar biasa. Untuk bisa berjaya dalam pelaksanaan pilkada di 2010, partai berlambang pohon beringin ini telah menyiapkan sejumlah stategi pemenangan. Salah satunya adalah menempatkan kader-kader pilihan partai sebagai calon kepala daerah. Guna lebih mengoptimalkan potensi dari masing-masing kader, Golkar terus berupaya melakukan pembinaan yang berkelanjutan. Pola pembinaan yang serupa juga berlaku bagi seluruh organisasi kepartaian yanga ada di tubuh Golkar.

Selain akan mengusung kader terbaiknya, dalam pelaksanaan pilkada 2010 mendatang golkar juga membuka diri bagi calon-calon kepala daerah yang bukan berasal dari lingkup partai. Sikap keterbukaan seperti ini merupakan bagian dari kedewasaan sikap politik dari partai golkar dalam menyikapi realitas sosial politik yang berkembang di masyarakat. “Golkar merupakan partai yang terbuka. Siapa pun boleh menggunakan Golkar asalkan mereka berkualitas, cakap, populis serta memiliki nilai jual politik yang tinggi di mata publik,” paparnya. (go)

Tujuh Tim Dayung Luar Negeri Dipastikan Tampil

PONTIANAK—Tujuh tim dayung dari luar negeri dipastikan mengikuti Lomba Sampan Nusantara 2009 atau LSN’09. Mereka memastikan hadir setelah memberi konformasi resmi kepada panitia. Sampai sore hari kemarin, Brunai Darussalam telah memastikan diri untuk mengirim lima tim. Sementara Malaysia mengirim 2 tim.

Untuk tim dayung Singapura, Penang, Philipina, serta India, kepastian kehadirannya baru akan kita peroleh pada 3 Desember mendatang. Dari sekian banyak peserta LSN’09, tim dayung dari India terbilang sangat antusias. Mereka tercatat telah beberapa kali menghubungi panitia. Kepada panitia, mereka menanyakan sejumlah informasi terkait jadwal penerbangan internasional ke Pontianak, ketersediaan penginapan, transportasi darat dan lain sebagainya.

“Sebagai tuan rumah penyelenggara LSN’09, kami pun merupaya untuk memberikan informasi selengkap mungkin kepada seluruh peserta. Untuk persoalan transportasi dan penginapan bagi tim dari luar negeri dan luar Kalbar, kami bersama panitia di Sambas jauh hari telah menyiapkannya,” kata Sektaris Panitia LSN’09, Dato Sri Nata Eka Kurniawan.

Ditemui usai menghadiri acara serah terima piala bergilir LSN’09, dari Sekjen LAMS, Kyai Mangku Negeri Dato Sri Petinggi H Morkes Effendi, ke Panitia LSN’09, di Mess Pemda Ketapang, Senin (30/11) kemarin, lebih lanjut Eka menerangkan tim dari luar negeri dan luar Kalbar nantinya akan di inapkan di sejumlah rumah penduduk. (Home Stay). Lokasinya tentu tidak jauh dari lokasi perlombaan.

Selain akan diikuti tim dari luar negeri, LSN’09 juga bakal diikuti oleh empat tim dari luar Kalbar, yakni dua tim dari DKI Jakarta dan dua tim dari Siak Sri Indrapura. Setiap tim LSN’09 berangotakan dua belas orang, terdiri dari delapan orang pendayung utama, dua pendayung cadangan, satu orang pelatih, dan satu orang official. Sesuai dengan schedule kegiatan yang ada, peserta LSN’09 dari luar negeri dan luar Kalbar di jadwalkan tiba di Pontianak pada “H-3”. Pelaksanaan LSN’09 sendiri akan di gelar pada 20 Desember mendatang, di Muare Ulakan, Sambas.

Sementara itu Sekjen LAMS, Kyai Mangku Negeri Dato Sri Petinggi H Morkes Effendi mengatakan LSN’09 ini terselenggara berkat kerjasama LAMS dengan Pemprov Kalbar serta Pemkab Sambas. Bagi pihak swasta yang ingin berpartisipasi aktif dalam mensukseskan agenda besar ini, LAMS selaku pelaksana kegiatan akan membuka diri. “Dengan telah diserahkannya piala bergilir LAMS, saya berharap panitia LSN’09 dapat melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pintanya.

Morkes juga menerangkan LSN’09 sebenarnya merupakan kelanjutan dari kegiatan LSN 2001, di Sambas. Saat itu, sejumlah tim dayung dari beberapa negara tetangga turut ambil bagian. Ketika LSN’01 di laksanakan, antusias masyarakat Kalimantan Barat kala itu sangatlah tinggi. Tak heran jika pada hari pelaksanaan lomba, kota Sambas menjelma menjadi “lautan” manusia. Jarang ada event berskala internasional yang di gelar di daerah mampu menyedot perhatian dari beribu masyarakat. Dan Kalbar layak berbangga diri karena memiliki event besar bertaraf internasional.

Belajar dari pengalaman LSN’01, LAMS mencoba untuk menggarap kembali event besar tersebut. Dengan bekerjasama dengan pemprov Kalbar serta pemkab Sambas, LAMS berkeinginan untuk menjadikan LSN sebagai salah satu agenda pariwisata nasional di Kalbar. “LSN murni event budaya. Bukan, event politik. Dan yang lebih penting lagi, LAMS ingin menginternasionalkan Kalbar melalui event LNS ini,” ujarnya.

Tujuan utama dari di gelarnya LSN adalah menjalin tali silaturahmi serta persahabatan dengan seluruh kalangan, baik di tingkat lokal mapun internasional. Melalui lomba sampan tradisonal, LAMS mencoba mengangkat khasanah budaya daerah ke pentas internasional. Sejauh ini, telah ada beberapa provinsi serta Negara tetangga yang telah nyatakan kesediaannya untuk ikut serta di LSN’09.

Selama ini, LAMS melihat ada banyak event budaya di Kalbar yang kurang di lirik oleh masyarakat internasional. Alhasil, tidak mengheran apabila minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Kalbar masih sangat rendah. Penyebabnya beragam. Beberapa diantaranya adalah tidak diikutsertakannya peserta dari negara tetangga, promo kegiatan yang kurang gencar ke luar negeri, pola acara yang terkesan monoton dan lain sebagainya.

Untuk menjawab tantangan di bidang pariwisata itu, LAMS melalui LSN-nya berupaya mengundang peserta dari luar negeri. Dengan ikut sertanya para peserta dari luar, maka secara tidak langsung pariwisata di Kalbar akan ikut bergairah. Hal ini tentu saja akan berdampak pada perputaran roda perekonomian di daerah.(go)

Senin, 16 November 2009

Pengalaman Berorganisasi Jadi Nilai Lebih


PONTIANAK---Untuk bisa terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, pengalaman memimpin organisasi kemasyarakatan merupakan nilai lebih. Kepiawaian dalam menjalin dan membangun hubungan kerja, baik kedalam maupun keluar organisasi, merupakan modal utama bagi melanjutkan perjuangan Partai Golkar kedepan.

Di kedepankannya syarat pengalaman berorganisasi ini menurut Gusti Suryansah, pengamat politik dari Fisip Untan, sangat bermanfaat dalam pengembalian kejayaan Partai Golkar. Belajar dari pengalaman dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah, pemilihan legislative serta pemilihan presiden, masih banyak pemilih setia Partai Golkar yang belum memberikan hak suaranya secara optimal.

“Kedepannya kondisi seperti ini harus segera di perbaiki. Caranya adalah dengan melakukan konsolidasi kader. Sosok yang bisa menggerakkan kekuatan kader tentulah pemimpin partai. Dan Golkar saat ini butuh figure yang seperti itu,” katanya.

Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, periode 2009-2014, hendaknya merupakan sosok pemimpin yang mampu menjalankan system manajemen SWOT, yaitu Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang) dan Threath (Hambatan). Strength dan weakness berhubungan dengan kondisi intenal kepartaian, sedangkan opportunity dan threath berhubungan dengan kondisi eksternal.

SWOT merupakan sebuah teknik analisis untuk mengetahui bagaimana kondisi organisasi yang bersangkutan saat ini, serta bagaimana pula kondisi yang akan dihadapinya ke depan. Analisa organisasi tentunya dibuat dengan mempertimbangkan faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman/hambatan.

SWOT lazim digunakan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat organisasi, meningkatkan pemahaman terhadap kondisi organisasi dan supaya perencanaan tindakan jadi lebih mudah dan tepat sasaran. “Kepiawaian dalam menjalankan system manajemen SWOT ini sepertinya telah teruji pada Morkes Effendi dan Abang Tambul Husin,” ungkap Suryansah.

Ditilik dari hal pengalaman dalam memimpin, kedua kader senior Partai Golkar itu sama-sama memiliki pengalaman yang matang. Hal ini dapat di buktikan dari terpilihnya mereka sebagai kepala daerah selama dua periode kepemimpinan. Morkes merupakan bupati Ketapang, sedangkan Tambul adalah bupati Kapuas Hulu. Dalam urusan kepartaian, keduanya juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar di daerahnya masing-masing. Di bawah kepemimpinan mereka, Golkar tumbuh menjadi partai yang besar.

Tapi, diantara kesamaan yang ada ternyata Morkes lebih banyak menyimpan sejumlah potensi keunggulan diri. Di jalur organisasi budaya, misalnya. Morkes yang juga Sekjen Lembaga Adat Melayu Serantau (LAMS) ternyata berhasil membuat network di lingkup kabupaten/kota se-Kalbar, nusantara bahkan dunia internasional. Hal yang sama juga di kembangkan Morkes dalam memimpin Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Ketapang. Dibawah kepemimpinannya, MABM mampu tampil sebagai pemersatu puak Melayu.

Selain aktif di organisasi social dan budaya, kemampuan memimpin Morkes juga terasah dengan baik saat dipercaya sebagai anggota Dewan Penasehat PP FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri) dan anggota Dewan Penasehat Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Kabupaten Ketapang. Di kedua organisasi ini, Morkes berhasil membangun hubungan emosional yang baik dengan segenap unsur keluarga besar TNI dan Polri. “Dari sudut pandang komunikasi politik, pengalaman dalam berorganisasi tersebut jelas menguntungkan Golkar. Dengan pengaruh yang dimiliki Morkes, saya yakin Golkar akan mampu mengulang kembali masa kejayaannya,” terang Suryansah.

Beranjak dari catatan pengalaman organisasi yang dimiliki Morkes, ada baiknya jika segenap unsur pimpinan DPD Golkar kabupaten/kota se-Kalbar, pengurus DPP, pimpinan organisasi sayap (AMPG dan KPPG), pimpinan ormas yang mendirikan Golkar (Kosgoro, MKGR, Soksi) serta ormas yang didirkan Golkar (AMPI, AWK, MDI, dan Laskar Ulama), mampu menjadikannya sebagai bahan referensi dalam pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, periode 2009-2014.(go)

Golkar Butuh Figur Pembaharu


PONTIANAK---Saat ini segenap keluarga besar Partai Golkar Kalimantan Barat rindu akan figur pembaharu. Sosok pemimpin yang memiliki kapabilitas, integritas serta berprestasi seperti itu layak hadir karena diyakini mampu melanjutkan program menejemen kepartaian modern Golkar.

Untuk bisa menentukan figur mana yang pantas tampil di pentas pemilihan Ketua DPD Golkar Kalbar, periode 2009-2014, Musyawarah Daerah DPD Partai Golkar adalah jalurnya. Melalui jalur ini, segenap unsur pimpinan Golkar akan menentukan pilihan pemimpin Golkar baru. Seperti apa figur pemimpin Golkar kedepan?

Mantan pengurus harian Golkar Kota Pontianak (sebelum reformasi), Drs M Sabran Achyar MSi, mengatakan Golkar butuh figur yang memiliki ketegasan dalam menentukan pilihan. Hal ini penting agar kedepannya Golkar tidak mudah dipengaruhi oleh kelompok kepentingan tertentu. Selain itu, ketua Golkar yang baru juga dituntut untuk memiliki loyalitas yang tinggi kepada partai. Hal ini dibuktikan dengan prestasi perolehan suara di pelaksanaan pilbup, pilgub serta pileg. “Golkar adalah partai yang sangat aspiratif dan komunikatif. Saya rasa tidak begitu sulit untuk mencari figur pemimpin baru,” katanya.

Sifat-sifat pemimpin Golkar yang ideal itu sepertinya melekat pada tiga bakal calon ketua DPD Golkar Kalbar, yakni Morkes Effendi, Abang Tambul Husin dan Zulfadhli. Ketiganya dinilai layak karena memiliki kemampuan diatas rata-rata dalam memimpin. Morkes, misalnya. Ketua DPD Partai Golkar Ketapang ini terbukti piawai dalam mengembangkan serta membesarkan Golkar di kabupaten Ketapang. Dibawah kepemimpinan bupati Ketapang ini, Golkar berhasil menjadi pemenang dalam perhelatan pilbup.

Kemapuan yang sama juga dimiliki Abang Tambul Husin. Ketua DPD Partai Golkar Kapuas Hulu yang juga bupati Kapuas Hulu ini terbukti sukses menjaring simpati serta dukungan dari masyarakat untuk Golkar. Kepiawaian dalam hal memimpin Golkar juga telah di buktikan oleh Zulfadhli. Dibawah kepemimpinannya, kepengurusan Golkar mampu tampil solid hingga ke tingkat desa atau kelurahan. “Karena pilihan figure yang bakal tampil di Musyawarah Daerah DPD Partai Golkar sama-sama memiliki kemampuan yang handal, maka diingatkan kepada seluruh unsur pimpinan Golkar yang memiliki hak suara untuk bersungguh-sungguh dalam menentukan pilihan,” ujar Sabran.

Pemberian suara hendaknya dilakukan dengan menggunakan hati nurani serta selalu mengedepankan rasionallitas. Sebagai bahan pertimbangan, selain piawai dalam memimpin organisasi, seorang pemimpin hendaknya juga memiliki kemampuan dalam mengembangkan jaringan kerja, baik dalam lingkung internal maupun eksternal. Melalui pembangunan jaringan kerja yang sehat, organisasi yang kelak di pimpinnya diharapkan memiliki akses yang luas dalam hal komunikasi antar organisasi.(go)

Golkar Perlu Figur Pemersatu

PONTIANAK---Untuk bisa berjaya, Golkar perlu melakukan rekonsolidasi dan rekonstruksi organisasi. Tindakan ini mendesak untuk dilakukan demi menghindari terpecah belahnya partai. ”Kami rindu dengan kehadiran sosok pemersatu,” kata A. Malik AY, pengurus Golkar di Kabupaten Ketapang.

Menurutnya, saat ini Golkar tengah di hadapkan pada tantangan perkembangan dinamika politik yang cukup tinggi. Menjelang pelaksanaan Munas Golkar ke VIII di Pekanbaru, Riau 4-7 Oktober lalu, misalnya. Dalam kegiatan nasional itu, sedikitnya ada empat kubu yang berlaga, yakni kubu golongan tua yang diwakili oleh Surya Paloh dan Abu Rizal Bakrie, golongan muda di antaranya Yuddy Chrisnandi dan Tommy Soeharto.

Munculnya empat nama kandidat calon Ketua Umum Partai Golkar pada saat itu secara tidak langsung telah membentuk poros kekuatan dukungan. Masing-masing poros tentunya ingin memenangkan jagoannya. Alhasil, sejumlah upaya pun dilakukan. Pola penggalangan dukungan yang demikian sebenarnya sah-sah saja dilakukan asal tidak menimbulkan perpecahan.

Namun entah mengapa tiba-tiba beda pendapat di tingkat pusat itu menimbulkan dampak di daerah. Sejumlah unsur pimpinan di daerah pun jadi ikut-ikutan latah karenanya. Semua menjadi reda setelah Abu Rizal Bakrie terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar. ”Beda pendapat seperti itu sebenarnya sehat bagi sebuah organisasi. Disebut demikian asalkan tidak berkelanjutan. Dan ini yang kami inginkan di Musda Golkar, 20 November nanti,” katanya.

Untuk menghindati munculnya bibit-bibit perpecahan di tubuh Golkar, Malik meminta kepada para pengambil kebijakan untuk mau menyatukan suara. Memilih dengan menggunakan hati nurani adalah sebuah keputusan yang bijak. Dengan meminimalisir terjadinya perbedaan, harapan terpilihnya pemimpin yang cerdas dan tegas pasti akan terwujud.

Siapakah sosok yang dinilai pantas untuk menjadi pemimpin Golkar Kalbar? Untuk masalah ini, Malik cendrung untuk memilih Morkes Effendi. Dia layak untuk tampil sebagai pemimpin karena memiliki rekam jejak (track record) yang baik. Dalam pelaksanaan pemilu legislatif yang lalu, Morkes berhasil membawa Golkar sebagai partai yang banyak menuai simpati dari rakyat. Untuk DPR-RI, jumlah suara yang berhasil di himpun 41.014 suara, untuk DPRD Provinsi 44.967 suara dan DPRD Ketapang 44.610 suara. ”Angka-angka ini merupakan bukti kongkret dari kesuksesan Morkes dalam membesarkan Golkar. Dan saya yakin, di bawah kepemimpinan Morkes Golkar Kalbar akan tampil sebagai pememang di pemilu yang akan datang,” tegasnya.(go)

Morkes: Saya Harus Maju

PONTIANAK-- Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Ketapang Morkes Effendi menyatakan siap menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalbar periode 2009-2014. ”Saya harus maju untuk melakukan rekonsiliasi dan rekonstruksi di partai ini (Golkar),” ujarnya ketika bertemu Pimpinan Redaksi Pontianak Post, B Salman bersama beberapa pengurus Lembaga Adat Melayu Serantau, Sabtu (14/11) di Graha Pena Pontianak Post.

Menurut Morkes, melalui musyawarah Musyawarah Daerah (Musda) pada 18 - 20 November mendatang, partai berlambang pohon beringin ini memiliki kesempatan untuk melakukan rekonsiliasi maupun rekonstruksi. Hal ini diperlukan agar partai tidak terpecah belah.

Selain itu, rekonsiliasi dan rekonstruksi juga merupakan program dari DPP. Kadang ada kecenderungan ini orang siapa. Padahal itu hanya saat pemilihan Ketua Umum Golkar saja. ”Setelah itu harus selesai, jika tidak akan terpecah belah. Sekarang berkembang di Golkar seperti itu,” kata Morkes.

Selama Morkes memimpin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Ketapang, perolehan suara dalam pemilihan umum tidak pernah goyah. Bahkan cenderung terus meningkat. Morkes mengatakan kunci dari kepemimpinannya adalah kepedulian sang ketua kepada konstituen. ”Harus dilihat sejauh mana kepeduliannya. Saya orangnya ya seperti ini. Bisa bertemu siapa saja di warung kopi. Kadang sampai lupa kalau saya adalah bupati. Memang karakternya,” kata Morkes sambil tertawa.

Ia menambahkan hal penting yang perlu diingat adalah Golkar sebagai partai kerakyatan dan jangan ditinggalkan rakyat. Terkait pencalonan setiap Ketua DPD Partai Golkar Kalbar sebagai gubernur, menurut Morkes, bukan persoalan kalah atau menang. ”Seperti kata orang Aceh: Bukan soal memang atau kalah tetapi berani melawan. Berarti kita ada,” timpalnya. (uni)

Kembalikan Marwah Melayu


PONTIANAK - Lembaga Adat Melayu Serantau akan melaksanakan Lomba Sampan Nusantara pada 20 November mendatang di Muare Ulakan Istana Alwatziqhoebillah Kabupaten Sambas. Sekretaris Jendral LAMS, Morkes Effendi mengatakan lomba sampan nusantara adalah salah satu kegiatan utama dalam olahraga rakyat. Kegiatan ini memiliki arti tradisi sejak zaman Kesultanan Sambas ke 15 untuk mempertahankan khasanah budaya khususnya lomba sampan bidar. ”LAMS bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Sambas untuk menunjang Visit Indonesia 2009 dan Tourism Kalbar 2010,” ujar Morkes ketika bersilaturahmi ke Graha Pena Pontianak Post bersama pengurus LAMS lainnya, Sabtu (14/11) pagi.

Kategori yang diperlombakan adalah lomba sampan bidar dengan delapan pendayung, sedangkan sampak yang digunakan bedar spesifik khas Sambas yang terbuat dari katu tradisional. Sampan memiliki panjang sekitar 13 meter, dan lebar sampan (bedar) pada garis tengah sekitar 50 cm sampai 60 cm.

Morkes mengatakan lomba ini digelar sebagai upaya memersatukan masyarakat Melayu yang tersebar luas di seluruh penjuru dunia. Rumpun puak Melayu ini tersebar mulai dari Madagaskar hingga ke Kepulauan Ester di Lautan Pasifik.

Meski terpisahkan, namun mereka tetap bersatu dalam sebuah mozaik peradaban yang unik, plural dan multikultural. Rencananya peserta lomba juga dari negara lain seperti Brunei Darussalam, Singapura, Johor Baru, Penang, Kuala Lumpur, Sabah, Labuan, Sarawak, Filipina, dan propinsi lainnya di Indonesia, serta 14 kabupaten/kota di Kalbar.

Kegiatan ini sejalan dengan latar belakang pembentukan LAMS. LAMS di bentuk dengan mengemban misi mulia, yakni menjadi jembatan dunia Melayu. Untuk bisa membangun peradaban Melayu yang modern, dengan tidak meninggalkan nilai-nilai warisan luhur Melayu, LAMS ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama merangkai adat dan budaya Melayu. ”LAMS ingin mengembalikan kembali marwah Melayu yang hilang,” kata Morkes. (uni)